RSS

Jumat, 07 Juni 2013

GREEN AND CLEAN (KOMUNIKASI PEMASARAN)


A.     Latar Belakang
Suhu udara yang panas merupakan permasalahan pokok pada kota-kota besar terutama daerah yang memang beriklim panas dan tropis seperti di Indonesia. Hal ini tentu menjadi PR rumit dan tidak mudah untuk diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat. Untuk itu pemerintah dan warganya harus bekerja keras bahu-membahu dan salingmendukung dalam upaya menciptakan wilayah yang hijau dan bersih. Sehingga wilayah tersebut menjadi asri dan nyaman untuk ditempati. Bukan tidak mungkin, apabila suatu daerah atau kota yang asri dan nyaman tersebut akan banyak mengundang banyak perhatian dari luar daerah atau kota tersebut. Misalnya saja daerah kabupaten Malang. Daerah yang memang memiliki suhu dingin ini menjadi objek wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan dari berbagai daerah. Selain menjadi objek wisata, daerah ini juga sangat tepat untuk lahan perkebunan terutama sayur-sayuran, buah-buahan juga pepohonan yang membutuhkan suhu dingin. Kota Malang ini memang seakan-akan mewarisi kesejukan dari alam yang disajikan untuk para penghuninya dan para wisatawan. Kemudian bagaimana dengan permasalahan yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya? Apakah kota-kota ini juga dapat memiliki kesejukan dan keasrian layaknya kota Malang? Banyak orang pasti akan menjawab tidak mungkin. Karena dari suhu dan temperaturnya sudah sangat berbeda.
Kota besar seperti surabaya, seiring dengan perkembangan zaman kemudian berevolusi menjadi kota industri dengan segala aktivitas produksinya memberikan warna berbeda dari kota-kota yang lain. Sudah menjadi hukum alam (seakan-akan), jika suatu daaerah diproyeksikan menjadi sebuah wilayah industri maka sudah pasti terjadi perluasan wilayah yang menggusur ekosistem lainnya terutama tumbuh-tumbuhan. Keganasan industri ini segera merenggut kehijauan dan kesegaran udara dari lingkungan yang dimiliki surabaya dan penduduknya. Tidak salah lagi memang, apabila tumbuh pesatnya industri apalagi di perkotaan besar menjadikan daerahnya terasa panas membakar.
Menghadapi problematika sosial dan alam akibat perluasan industri, memaksa pemerintah untuk memutar-mutar otaknya dalam berupaya menanggulangi dan menyelesaikan permasalahan kota dan ke-panas-annya. Mungkin, apabila kita meluangkan sedikit waktu untuk melihat secara lebih jauh keadaan kota Surabaya, saya yakin apa yang kita pikirkan pasti sama; yaitu tentang cara penyelesaian problem kota Surabaya ini.
Terobosan yang patut diacungi jempol kanan oleh semua kalangan adalah, diadakannya program Surabaya Green & Clean (SGC). Program yang dimulai pada tahun 2005 ini diprakarsai oleh
Pemerintah Kota, media dan perusahaan swasta. Mereka adalah Pemerintah kota Surabaya, Jawa Pos dan Unilever. Program ini merupakan bentuk strategi sosialisasi, edukasi dan apresiasi pada masyarakat, demi peningkatan kuwalitas lingkungan. Program yang telah berjalan kurang lebih tujuh tahun ini sedikit banyak dapat dirasakan jika kita mengelilingi kota pahlawan ini. Banyaknya taman dan penghijauan disepanjang jalan-jalan protokol yang tertata dengan lingkungan bersih ini mampu mengantarkan kabar keseluruh penjuru tanah air bahkan dunia tentang kebersihan dan kota dengan seribu tamannya. Tak salah lagi; Surabaya.
Kota yang dulu terkenal dengan kota panas ini dalam waktu tujuh tahun bekerja keras bersama masyarakat dan banyak lembaga, ormas dan perusahaan berhasil membangun image baru. Dan sedikit demi sedikit menghilangkan citra lamanya yang nyaris jelek. Hal ini bukan sekedar omong kosong, karena SGC berhasil meraih berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan tersebut diantaranya sebagai berikut :
Asean Environment Sustainable City atau kota dengan penataan lingkungan terbaik ditingkat ASEAN 2011.
Smart City Award (smart governance, smart living dan smart environment) 2011.
Adipura Kencana 2011.
Penghargaan Langit Biru dari kementrian lingkungan hidup, untuk kategori kota metropolitan 2011.
Penghargaan Brantas Award dari Perum Jasa Tirta tahun 2012.
Penghargaan Internasional kategori partisipasi terbaik se- Asia pasifik yang bergabung dalam organisasi City Net di bulan Juli 2012.
Selain penghargaan dari lembaga-lembaga tersebut, SGC juga membuat beberapa program pendorong yang melibatkan semua masyarakat sampai wilayah kelurahan tingkat RW. SGC membuat sebuah program tahunan yang bersifat lomba, sehingga masyarakat antusias untuk mengikuti progarm tersebut. Berikut beberapa pemenang Penghargaan Surabaya Berwarna Bunga Green And Clean 2010, di peroleh :
The Best Of The Best SBB 2010, kelurahan Gundih RW 07.
Kampung dan Program Lingkungan Dan Pengelolaan Air Terbaik 2011, kelurahan Jambangan RW 01, Kel. Gading RW18, Kel. Girian RW 08, Kel. Margerejo RW 01.
Program Surabaya Green and Clean ini juga merupakan pioneer bagi program lingkungan di kota-kota besar Indonesia yang kemudian disusul oleh Jakarta Green and Clean, Yogyakarta Green and Clean, Balik Papan Clean Green Healthy City.
Ternyata, selain terkenal sebagai kota Pahlawan dan kota terbesar kedua di Indonesia, satu hal lagi produk dari Surabaya yang patut dibanggakan adalah SURABAYA GREEN AND CLEAN.

B.     Analisis
Lain orang lain kepala, peribahasa ini agak sedikit pas apabila kita analogikan pada beberapa periode pemerintahan kota Surabaya. Terobosan SGC yang di programkan mulai tahun 2005 itu sekarang mulai kita rasakan. Dibawah kepemimpinan tangan lembut wanita kota Surabaya semakin menunjukkan keasrian dan kesejukan disepanjang jalan raya dan taman-taman kota. Memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengemudi dan anak-anak serta orang-orang yang gemar bermain di taman. Bahkan secara pribadi kehijauan dan kebersihan sebagian kota surabaya dapat menghilangkan sumpek dan setres jika dinikmati pada siang maupun malam hari.
Terlepas dari semua keberhasilan program Surabaya Green and Clean yang telah berjalan selama tujuh tahun ini, perlu kita ketahui bahwa tujuan dari program SGC tidak hanya dapat dilihat dari apa yang tersurat. Akan tetapi dapat pula kita maknai sebagai upaya pemerintah Surabaya untuk membangun image baru tentang kotanya. Adalah suatu kebaikan yang wajib kita support bersama demi tercapainya target SGC.
Tentunya kita semua tahu kalau masyarakat kita memberikan penilaian terhadap surabaya sebagai kota “panas”. Persis dengan apa yang kita rasakan ketika anda berada didalam rumah yang beratap genteng plastik atau internit dan tanpa pendingin ruangan. Pastinya anda semua akan mengatakan bahwa Surabaya memang panas. Juga apa yang kita rasakan apabila berkendara dengan kendaraan terbuka panasnya Surabaya akan membakar kulit dengan tingkat polusi tinggi yang sanagt tidak sehat. Apalagi jika anda orang dari daerah yang memiliki suhu udara dingin atau daerah yang masih terjaga ekosistemnya, pasti anda akan mengatakan kalau surabaya adalah “kota yang panas”.
Surabaya kota panas : Surabaya Green and Clean.
Surabaya kota panas merupakan image yang muncul dengan sendirinya dari masyarakat. Munculnya penamaan tersebut tidak lepas dari pengalaman-pengalaman yang dirasakan individu yang kemudian menyebar luas dan bahkan diyakini oleh banyak khalayak jikalau surabaya adalah kota yang panas. Hal ini sah-sah saja dan memang benar demikian adanya suhu udara di Surabaya.
Sedang, Surabaya Green and Clean merupakan program pemerintah kota bersama pihak-pihak swasta sebagai strategi sosialisasi, edukasi dan apresiasi pada masyarakat, demi peningkatan kuwalitas lingkungan.
Apabila dilihat dari perbandingan dua kalimat diatas yang sama-sama ditujukan untuk Surabaya, dapat diartikan bahwa program SGC, selain bertujuan seperti yang tertulis juga mempuyai peluang dalam membangun kembali citra buruk yang terbangun dimasyarakat luas yaitu Surabaya kota. Sejauh mana program SGC disosialisasikan kepada masyarakat secara luas dan tidak hanya berhenti pada program kegiatan untuk warga kota Surabaya, sangat menentukan terhadap perubahan citra dalam pola pandang yang selama ini terbangun pada masyarakat. Tentunya reboisasi dan penghijauan menjadi syarat penting bagi terwujudnya surabaya yang benar-benar green dan bukan sekedar selogan belaka. Karena kita tahu bahwa dibanyak titik wilayah surabaya belum tergarap, baik dari segi penghijauan maupun kebersihannya. Kemudian lagi pada wilayah permukiman yang masih banyak mengandalkan tanaman hias untuk penghijauannya.
Kerja keras pemerintah, swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun surabaya menjadi kota yang benar-benar Green and Clean seperti apa yang menjadi selogan kota Pahlawan ini. Sehingga nantinya anak cucu kita dapat merasakan kesegaran tropis di kota Megapolitan Surabaya.

0 komentar:

Posting Komentar