RSS

Jumat, 07 Juni 2013

KAJIAN KOMUNIKASI (METODE PENELITIAN KOMUNIKASI)


A.     Latar Belakang

Komunikasi merupakan keilmuan yang memiliki kajian luas dan selalu berkembang bahkan dapat membantu untuk mengkaji ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu komunikasi seakan menjadi oase bagi keilmuan sosial lainnya yang dapat membantu dalam mengkaji suatu objek atau dalam mengkaji pengembangan keilmuan serta  menguji teori-teori ilmu komunikasi dan ilmu sosial sebagai relevansi terhadap realitas.
Isu-isu kekinian dan objek-objek yang memiliki pengaruh besar terhadap publik masyarakat biasanya mendapat perhatian khusus dari para ilmuan dan akademisi serta masyaraakat umum. Objek yang memiliki pengaruh besar biasanya cepat mendapat respon dari kalangan ilmuan dan peneliti memiliki peluang besar untuk dikaji dan dianalisis atau diteliti. Bagi masyarakat, isu kekinian dan objek-objek berpengaruh selalu ramai untuk digunjingkan dan tak habis-habis untuk diomongkan. Realitas tersebut tidakluput dari media yang memiliki fungsi sebagai pembentuk opini publik, sehingga apa yang dikehendaki media seakan-akan menjadi kehendak publik.
Media selalu mampu dalam mengolah isu dan berita menjadi komunikasi yang efektif tehadap publik. Media juga mampu memberikan penilaian secara tidak langsung terhadap suatu objek,
dan kemudian masyarakat sebagai konsumen media menjadi sasaran empuk bagi kepentingan-kepentingan media. Terlebih-lebih bagi media-media pemberitaan.
Media juga menjadi sasaran empuk bagi para oknum, instansi pemerintahan, ormas dan perusahaan sebagai media promosi produk dan pencitraan. Dengan biaya-biaya yang tidak murah media-media memasang bandrol harga tinggi bagi pihak-pihak diluar media untuk memanfaatkan media tersebut. Jelaslah bagi pihak yang kurang beruntung sangat susah dan bahkan tidak mungkin dapat memanfaatkan media yang sangat besar fungsinya dalam membangun citra dimasyarakat.
Beranjak dari sini, bagaimana yang terjadi terhadap orang-orang yang tidak mungkin memanfaatkan media dalam usaha dan kepentingannya? Seperti para pengusaha kecil, buruh, tukang becak, bahkan para pengamen dan pengemis dijalanan. Mereka semua pastinya memiliki cara dan trik dalam mengkomunikasikan usaha mereka. Sebagai pihak yang kurang beruntung untuk dapat memanfaatkan media-media besar sebagai alat penyampai pesan terhadap publik yang lebih luas. Terutama bagi mereka yang gagap teknologi (jaringan internet).
Profesi seperti tukang becak sering diidentifikasikan dengan orang-orang kelas bawah. Orang-orang kelas bawah sendiri yang memiliki ruang gerak terbatas dan kurang menonjol sulit mendapatkan perhatian dari para akademisi dan peneliti. Meskipun banyak teori sosial yang lahir dari penelitian-penelitian terhadap objek masyarakat kelas bawah.
Meskipun hanya berprofesi sebagai tukang becak, pastinya mereka mempunyai cara-cara dan trik-trik yang digunakan untuk melangsungkan kerja mereka. Cara-cara dan trik-trik inilah yang menarik untuk kita ketahui. Sebagai tambahan materi dalam khasanah ilmu komunikasi. Maka, dari sinilah saya tertarik untuk melakukan penelitian terhadap tukang becak.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.         Bagaimana cara berkomunikasi yang digunakan oleh tukang becak pasar Wonokromo Surabaya?
2.         Bagaimana keterlibatan pihak lain dalam mengembangkan cara komunikasi tukang becak pasar wonokromo?
3.         Jika ada relevansi dengan teori-teori komunikasi yang ada, teori komunikasi apakah yang digunakan tukang becak pasar wonokromo Surabaya?

C.     Definisi Konsep
1.      Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Model komunikasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model Interaksional. Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung. Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat. Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.
2.      Fenomenologi
Prinsip fenomenologi berkenaan dengan pemahaman tentang bagaimana keseharian, dunia intersubyektif (dunia kehidupan) atau juga disebut Lebenswelt terbentuk. Fenomenologi bertujuan mengetahui bagaimana kita menginterpretasikan tindakan sosial kita dan orang lain sebagai sebuah yang bermakna (dimaknai) dan untuk merekonstruksi kembali turunan makna (makna yang digunakan saat berikutnya) dari tindakan yang bermakna pada komunikasi intersubjektif individu dalam dunia kehidupan sosial. (Rini Sudarmanti, 2005)
Dalam fenomenologi, setiap individu secara sadar mengalami sesuatu yang ada. Sesuatu yang ada yang pada kemudian menjadi pengalaman yang senantiasa akan dikonstruksi menjadi bahan untuk sebuah tindakan yang beramakna dalam kehidupan sosialnya.
Berbicara mengenai sesuatu yang dikonstruksi, tidak terlepas dari interpretasi pengalaman didalam waktu sebelumnya. Interpretasi itu sendiri berjalan dengan ketersediaan dari pengetahuan yang dimiliki. Namun demikian, sebagaimana proses interpretasi, harus diperhatikan kemampuan menangkap lebih jauh atau melihat sesuatu lebih jauh (seeing beyond) dalam fenomena yang sedang dikonstruksi. Jadi fenomenologi berusaha untuk memahami bagaimana seseorang mengalami dan memberi makna pada sebuah pengalaman. Inilah yang disebut dengan metode fenomenologi yang sesungguhnya. (Engkus Kuswarno, 2009)
Sebagaimana kita ketahui bahwa bahasan fenomenologi pada perkembanganya sangat beragam dan kompleks. Sehingga dalam proses penelitian ini sendiri perlu adanya penekanan mengenai tipe fenomenologi yang akan digunakan dalam metode pendekatan penelitian. Salah satu tipe fenomenologi yang akan digunakan yaitu Hermeneuitical  phenomenology, merupakan fenomenologi yang mempelajari struktur interpretatif pengalaman. Seperti bagaimana memahami dan  menyatukan hal-hal disekeliling kita, termasuk diri kita sendiri dan orang lain.(Encyclopedia of phenomenology, Kluwer Akademic Publishers, 1997)
3.      Tukang Becak Pasar Wonokromo Surabaya
Tukang becak pasar wonokromo surabaya adalah orang yang berprofesi sebagai penarik becak (kendaraan umum roda tiga yang dioperasionalkan secara manual menggunakan kaki untuk mengayuh kendaraan) dan beroperasi disekitar pasar Wonokromo Surabaya.

0 komentar:

Posting Komentar