Macam-Macam
Kartun dan Karikatur
Di dalam karikatur, Menurut Augustin Sibarani dapat
dibagi menjadi tiga bentuk yaitu : personal
caricature (karikatur perorangan, pribadi), social caricature (karikatur sosial atau kemasyarakatan), dan political caricature (karikatur
politik). ( Sibarani 2001: 74)
Melalui personal caricature, menurut Sibarani menjelaskan
seorang tokoh di gambarkan tanpa kehadiran obyek lain atau situasi di
sekelilingnya secara karikatural dengan mengekpose ciri-cirinya dalam bentuk
wajah atau dengan kebiasaanya. Didalam penggambaran yang menonjolkan ciri dan
watak ini sangat tersirat faktor humor yang dapat orang tersenyum ketika
melihatnya. ( Sibarani 2001: 70)

Gambar 2.1
Gambar 2.1 “Les Poires” (The Pears) karya Charles Philipon yang
muncul dalam majalah Le Charivari, 1
januari1831. Philipon menggunakan imajinasi buah pears untuk mendominasikan
wajah raja perancis, Louis Philippe. (Sumber: Setiawan 2002)
Seorang karikaturis, menurut Augustin Sibarani harus
mahir dalam melukiskan tokoh yang digambarkan untuk menjadi simpatik atau
tidak. Karena itu di perlukan kamampuan mendalami ciri-ciri garis watak dari
tokoh yang digambarkan, dengan kata lain seorang karikaturis harus menguasai
ilmu menyelami perwatakan.
Bentuk karikatur yang kedua adalah social caricature dimana Augustin Sibarani menuturkan melalui
karikatur ini karikaturis mengemukakan dan menggambarkan tema sentral mengenai
persoalan masyarat yang menyinggung rasa keadilan seseorang. Misalnya perbedaan
sikaya dan simiskin, atau tentang kehidupan seorang petani yang sawahnya
gersang karena kekurangan air. ( Sibarani 2001: 26)
Karikatur sosial ini dapat menampilkan bermacam-macam
humor yang didasarkan pada Satire,
menurut Augustin Sibarani menjelaskan bahwa Satire
dapat diartikan sebagai sebuah ironi, sebuah tragedi-komedi, atau sebuah
parodi.unsur humor yang disampaikan bukan merupakan hal yang utama, sehingga
dapat menyebabkan para pembacanya tersenyum pahit, walaupun terkadang bisa juga
terbahak-bahak. ( Sibarani 2001: 10)
Bentuk karikatur yang terhir adalah caricature political
dimana Augustin Sibarani menjelaskan bahwa karikatur ini bertujuan untuk
menggambarkan sebuah situasi politik yang diatur sedemikian rupa sehingga
pembaca dapat melihat para tokoh politik melalui sudut pandang yang mengandung
unsur humor. Dalam hal ini seorang karikaturis layaknya seorang sutradara yang
menampilkan drama politik dalam bentuk Satire
yang diolah sedemikian rupa sehingga menarik dan menjadi suguhan yang unik. (
Sibarani 2001: 27)
Menurut Augustin Sibarani walaupun memiliki ciri-ciri
yang mirip dengan tipe karikatur yang lain, karikatur politik hanya bergerak di
bidang pers dan jurnalistik. Walaupun karikatur politik juga di kerjakan di
bidang fine art dan banyak dilukis dengan cat minyak di atas kampas seperti
tipe karikatur yang lainnya. ( Sibarani 2001: 30)
Karikatur politik, menurut Augustin Sibarani diperkirakan
sudah terlihat kebangkitanya pada abad ke 15 dan ke 16, yaitu pada masa “pemberontakan” pemimpin agam protestan
Marthin luther terhadap penjualan surat alfaat (surat-surat penebusan dosa yang
dapat dibeli). Pada masa itu, gambar-gambar protes tersebut disebarkan dalam
bentuk “woodcuts” atau cukilan kayu
dimana gambar-gambar yang mengandung unsur politik tersebut dinyatakan sebagai
“art of protest”. ( Sibarani 2001:
10)

0 komentar:
Posting Komentar