RSS

Sabtu, 14 Februari 2015

macam-macam Kartun dan Karikatur

Macam-Macam Kartun dan Karikatur
Di dalam karikatur, Menurut Augustin Sibarani dapat dibagi menjadi tiga bentuk yaitu : personal caricature (karikatur perorangan, pribadi), social caricature (karikatur sosial atau kemasyarakatan), dan political caricature (karikatur politik). ( Sibarani 2001: 74)
Melalui personal caricature, menurut Sibarani menjelaskan seorang tokoh di gambarkan tanpa kehadiran obyek lain atau situasi di sekelilingnya secara karikatural dengan mengekpose ciri-cirinya dalam bentuk wajah atau dengan kebiasaanya. Didalam penggambaran yang menonjolkan ciri dan watak ini sangat tersirat faktor humor yang dapat orang tersenyum ketika melihatnya. ( Sibarani 2001: 70)
Description: caricature,1800,art,arts,history,caricaturas,disegno-5ac28df0419b4584378dee93e2d80b11_h.jpg
Gambar 2.1
Gambar 2.1 “Les Poires” (The Pears) karya Charles Philipon yang muncul dalam majalah  Le Charivari, 1 januari1831. Philipon menggunakan imajinasi buah pears untuk mendominasikan wajah raja perancis, Louis Philippe. (Sumber: Setiawan 2002)
Seorang karikaturis, menurut Augustin Sibarani harus mahir dalam melukiskan tokoh yang digambarkan untuk menjadi simpatik atau tidak. Karena itu di perlukan kamampuan mendalami ciri-ciri garis watak dari tokoh yang digambarkan, dengan kata lain seorang karikaturis harus menguasai ilmu menyelami perwatakan.
Bentuk karikatur yang kedua adalah social caricature dimana Augustin Sibarani menuturkan melalui karikatur ini karikaturis mengemukakan dan menggambarkan tema sentral mengenai persoalan masyarat yang menyinggung rasa keadilan seseorang. Misalnya perbedaan sikaya dan simiskin, atau tentang kehidupan seorang petani yang sawahnya gersang karena kekurangan air. ( Sibarani 2001: 26)
Karikatur sosial ini dapat menampilkan bermacam-macam humor yang didasarkan pada Satire, menurut Augustin Sibarani menjelaskan bahwa Satire dapat diartikan sebagai sebuah ironi, sebuah tragedi-komedi, atau sebuah parodi.unsur humor yang disampaikan bukan merupakan hal yang utama, sehingga dapat menyebabkan para pembacanya tersenyum pahit, walaupun terkadang bisa juga terbahak-bahak. ( Sibarani 2001: 10)
Bentuk karikatur yang terhir adalah caricature political dimana Augustin Sibarani menjelaskan bahwa karikatur ini bertujuan untuk menggambarkan sebuah situasi politik yang diatur sedemikian rupa sehingga pembaca dapat melihat para tokoh politik melalui sudut pandang yang mengandung unsur humor. Dalam hal ini seorang karikaturis layaknya seorang sutradara yang menampilkan drama politik dalam bentuk Satire yang diolah sedemikian rupa sehingga menarik dan menjadi suguhan yang unik. ( Sibarani 2001: 27)
Menurut Augustin Sibarani walaupun memiliki ciri-ciri yang mirip dengan tipe karikatur yang lain, karikatur politik hanya bergerak di bidang pers dan jurnalistik. Walaupun karikatur politik juga di kerjakan di bidang fine art dan banyak dilukis dengan cat minyak di atas kampas seperti tipe karikatur yang lainnya. ( Sibarani 2001: 30)

Karikatur politik, menurut Augustin Sibarani diperkirakan sudah terlihat kebangkitanya pada abad ke 15 dan ke 16, yaitu pada masa “pemberontakan” pemimpin agam protestan Marthin luther terhadap penjualan surat alfaat (surat-surat penebusan dosa yang dapat dibeli). Pada masa itu, gambar-gambar protes tersebut disebarkan dalam bentuk “woodcuts” atau cukilan kayu dimana gambar-gambar yang mengandung unsur politik tersebut dinyatakan sebagai “art of protest”. ( Sibarani 2001: 10)

0 komentar:

Posting Komentar