RSS

Sabtu, 14 Februari 2015

Opini dalam Surat Kabar

Opini (Views) dalam Surat Kabar
Secara harfiah, makna opini adalah pendapat. Opini (views) merupakan salah satu produk jurnalistik yang dalam surat kabar biasanya meliputi : artikel, tajuk rencana (editorial), karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca. Selain opini, ada pula pakar ilmu jurnalistik yang menggunakan istilah lain, yaitu ulasan (view).
Kusadi Suhandang, 2010:149, menjelaskan mengenai ulasan atau view :
“Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan balai pustaka Jakarta (1990: 986) istilah ulasan diartikan sebagai kupasan atau tafsiran terhadap suatu masalah. Sedangkan ulasan atau tanggapan atas berita, pidato dan sebagainya, untuk tujuan menerangkan atau menjelaskannya, kamus tersebut (1990: 452) menunjuk pada kata komentar. Adapun kata kupasan dijelaskan sebagai analisis, uraian, atau kritik terhadap sesuatu masalah (Moeliono, 1990: 477).
Menurut Vincent Price, opini adalah :
Judgment formed in the mind about particular action on proposed action of collective concern. Pendapat yang terbentuk dalam pikiran tentang berbagai macam kegiatan atau mengemukakan kegiatan yang menjadi perhatian bersama”(Sunargo, 1997:88).

Istilah ulasan ini diartikan sebagai komentar, lisan maupun tulisan terhadap suatu peristiwa, seseorang atau opini seseorang. Ulasan atau view  pada hakikatnya merupakan tulisan atau ucapan yang berbentuk komentar terhadap suatu masalah, pendapat orang lain, peristiwa, ataupun situasi dan kondisi lingkingan sekitar.[1] Komentar dalam arti uraian yang bersifat analitik dan kritik. Pemisahan secara tegas berita dan opini, merupakan konsekuensi dari norma dan etika luhur jurnalistik yang tidak menghendaki berita sebagai fakta objektif, diwarnai atau dibaurkan dengan opini sebagai pandangan yang sifatnya subjektif.



[1] Kustadi Suhandang, Pengantar JURNALISTIK seputar Organisasi, Produk dan Kode etik, Nuansa, 2010. H. 150.

Fungsi Surat Kabar

Fungsi Surat Kabar
Pada jaman modern sekarang ini, surat kabar tidak hanya mengelola berita, tetapi juga aspek-aspek lain untuk isi surat kabar. Karena itu fungsi surat kabar sekarang meliputi berbagai aspek, yaitu :
a.      Menyiarkan informasi (to inform)
Adalah fungsi surat kabar yang pertama dan utama khalayak pembaca berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal mengenai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan orang lain, apa yang dikatakan orang lain dan lain sebagainya.
b.      Mendidik (to educate)
Sebagai sarana pendidikan massa (Mass Education),

Sejarah Pembentukan dan Berdiriya Partai Demokrat

Sejarah
PEMBENTUKAN DAN BERDIRINYA PARTAI DEMOKRAT
Partai Demokrat didirikan atas inisiatif saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terilhami oleh kekalahan terhormat saudara Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan Calon wakil Presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.
Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono

Sejarah Jawa Pos

Sejarah Harian Jawa Pos
Jawa Pos adalah surat kabar harian yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Pos merupakan harian terbesar di Jawa Timur, dan merupakan salah satu harian dengan oplah terbesar di Indonesia. Sirkulasi Jawa Pos menyebar di seluruh Jawa Timur, Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Jawa Pos mengklaim sebagai "Harian Nasional yang Terbit dari Surabaya"
Berbicara tentang suratkabar Jawa Pos tentu tak lepas dari pemikiran sang arsitek pertama yang merancang berdirinya harian ini. Ia adalah

Selasa, 13 Agustus 2013

activity creativity




Jumat, 07 Juni 2013

KOMUNIKASI MEDIA


24 Maret 2013
INDONESIA Vs ARAB SAUDI
Dalam Orientasi Bisnis Media

Pertandingan Pra Piala Asia 2015 antara Indonesia melawan Arab Saudi pada 23 Maret 2013 tadi malam sudah pasti menjadi acara televisi paling ditunggu oleh masyarakat dari semua acara televisi yang lainnya. Masyarakat Indonesia kususnya pecinta sepak bola tidak bakalan mau ketinggalan menyaksikan pertandingan Timnas kebanggaan tanah airnya sendiri. Apalagi sebelumnya Ttimnas Indonesia kalah pada laga melawan Iraq dengan hasil 0:1. Harapan masyarakat yang ingin melihat Timnas kesayangannya memenangkan laga tentu menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan Timnas lewat media televisi (yang tidak mungkin menyaksikan pertandingan langsung di stadion) dikandang sendiri.
Permainan Bisnis Media
Media nasional yang cerdas takkan begitu saja melewatkan momen cantik ini untuk memperoleh hak siar pertandingan timnas. Selain laga disiarkan pada jam tayang prime time, acara pertandingan sepak bola Indonesia melawan Arab Saudi bakal menjadi program acara televisi paling

GREEN AND CLEAN (KOMUNIKASI PEMASARAN)


A.     Latar Belakang
Suhu udara yang panas merupakan permasalahan pokok pada kota-kota besar terutama daerah yang memang beriklim panas dan tropis seperti di Indonesia. Hal ini tentu menjadi PR rumit dan tidak mudah untuk diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat. Untuk itu pemerintah dan warganya harus bekerja keras bahu-membahu dan salingmendukung dalam upaya menciptakan wilayah yang hijau dan bersih. Sehingga wilayah tersebut menjadi asri dan nyaman untuk ditempati. Bukan tidak mungkin, apabila suatu daerah atau kota yang asri dan nyaman tersebut akan banyak mengundang banyak perhatian dari luar daerah atau kota tersebut. Misalnya saja daerah kabupaten Malang. Daerah yang memang memiliki suhu dingin ini menjadi objek wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan dari berbagai daerah. Selain menjadi objek wisata, daerah ini juga sangat tepat untuk lahan perkebunan terutama sayur-sayuran, buah-buahan juga pepohonan yang membutuhkan suhu dingin. Kota Malang ini memang seakan-akan mewarisi kesejukan dari alam yang disajikan untuk para penghuninya dan para wisatawan. Kemudian bagaimana dengan permasalahan yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya? Apakah kota-kota ini juga dapat memiliki kesejukan dan keasrian layaknya kota Malang? Banyak orang pasti akan menjawab tidak mungkin. Karena dari suhu dan temperaturnya sudah sangat berbeda.
Kota besar seperti surabaya, seiring dengan perkembangan zaman kemudian berevolusi menjadi kota industri dengan segala aktivitas produksinya memberikan warna berbeda dari kota-kota yang lain. Sudah menjadi hukum alam (seakan-akan), jika suatu daaerah diproyeksikan menjadi sebuah wilayah industri maka sudah pasti terjadi perluasan wilayah yang menggusur ekosistem lainnya terutama tumbuh-tumbuhan. Keganasan industri ini segera merenggut kehijauan dan kesegaran udara dari lingkungan yang dimiliki surabaya dan penduduknya. Tidak salah lagi memang, apabila tumbuh pesatnya industri apalagi di perkotaan besar menjadikan daerahnya terasa panas membakar.
Menghadapi problematika sosial dan alam akibat perluasan industri, memaksa pemerintah untuk memutar-mutar otaknya dalam berupaya menanggulangi dan menyelesaikan permasalahan kota dan ke-panas-annya. Mungkin, apabila kita meluangkan sedikit waktu untuk melihat secara lebih jauh keadaan kota Surabaya, saya yakin apa yang kita pikirkan pasti sama; yaitu tentang cara penyelesaian problem kota Surabaya ini.
Terobosan yang patut diacungi jempol kanan oleh semua kalangan adalah, diadakannya program Surabaya Green & Clean (SGC). Program yang dimulai pada tahun 2005 ini diprakarsai oleh