RSS

Jumat, 07 Juni 2013

KAJIAN KOMUNIKASI (METODE PENELITIAN KOMUNIKASI)


A.     Latar Belakang

Komunikasi merupakan keilmuan yang memiliki kajian luas dan selalu berkembang bahkan dapat membantu untuk mengkaji ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu komunikasi seakan menjadi oase bagi keilmuan sosial lainnya yang dapat membantu dalam mengkaji suatu objek atau dalam mengkaji pengembangan keilmuan serta  menguji teori-teori ilmu komunikasi dan ilmu sosial sebagai relevansi terhadap realitas.
Isu-isu kekinian dan objek-objek yang memiliki pengaruh besar terhadap publik masyarakat biasanya mendapat perhatian khusus dari para ilmuan dan akademisi serta masyaraakat umum. Objek yang memiliki pengaruh besar biasanya cepat mendapat respon dari kalangan ilmuan dan peneliti memiliki peluang besar untuk dikaji dan dianalisis atau diteliti. Bagi masyarakat, isu kekinian dan objek-objek berpengaruh selalu ramai untuk digunjingkan dan tak habis-habis untuk diomongkan. Realitas tersebut tidakluput dari media yang memiliki fungsi sebagai pembentuk opini publik, sehingga apa yang dikehendaki media seakan-akan menjadi kehendak publik.
Media selalu mampu dalam mengolah isu dan berita menjadi komunikasi yang efektif tehadap publik. Media juga mampu memberikan penilaian secara tidak langsung terhadap suatu objek,

KOMUNIKASI ORGANISASI


Analisis Komunikasi Organisasi pada Struktur Organisasi 
dengan Penerapan Sistem Manajemen Talenta

Pengertian Talenta
Banyak peneliti memberikan berbagai definisi dari “talenta” dalam berbagai perspektif. Buckingham dan Clifton (2001) dalam bathnagar (2008) menunjukkan talenta yang mengacu pada alam berulang pola pikiran, perasaan atau perilaku yang dapat diterapkan secara produktif. Talenta secara alami ada di dalam orang, sedangkan keterampilan dan pengetahuan harus diperoleh. Mereka lebih memilih kekuatan panjang, yang terdiri dari kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan talenta. Talenta adalah bawaan, sedangkan keterampilan dan pengetahuan dapat diperoleh melalui pembelajaran dan praktek. Ketika talenta ditambah dengan pengetahuan dan keterampilan, hasil menjadi kekuatan individu. Rath dan Conchie (2008) menyatakan talenta akan stabil sepanjang waktu dan merupakan kunci untuk efektivitas. Buckingham dan Clifton (2001) menekankan bahwa tidak pernah mungkin untuk memiliki kekuatan tanpa talenta yang diperlukan.
Morton (2004) dalam bathnagar (2008) mendefinisikan talenta sebagai seorang individu yang memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan yang signifikan dengan kinerja saat ini dan masa depan perusahaan. Goffee dan Jones (2007) menyatakan bahwa talenta adalah beberapa ide-ide karyawan, pengetahuan dan keterampilan yang memberikan mereka potensi untuk menghasilkan nilai yang tidak proporsional dari sumberdaya yang mereka miliki. Tansley, Harris, Stewart, dan Turner (2006) menyatakan bahwa talenta dapat dianggap sebagai kombinasi kompleks keterampilan karyawan, pengetahuan kemampuan, kognitif dan potensial. Nilai-nilai karyawan dan preferensi pekerjaan adalah juga sangat penting.

Manajemen Talenta
Menurut Mihelic dan Plankar (2010) Istilah “talent management” mengandung arti

Rabu, 22 Mei 2013

KOMUNIKASI TRANSENDENTAL



KOMUNIKASI TRANSENDENTAL
Oleh : Dra. Hj. Dewi Widowati, M,Si.

Sebagai makhluk sosial, kita perlu berhubugan, bergaul dengan sesama manusia lain. Itu merupakan sisi dinamis dari manusia. Hubungan yang dilakukan atau dijalin setiap saat merupakan kegiatan berkomunikasi.
Dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah komunikasi antarpersona, komunikasi intra persona, dan komunikasi isyarat. Sedangkan komunikasi yang dilakukan antara manusia dengan Tuhannya, dalam ilmu komunikasl disebut komunikasi transendental. Keempat bentuk komunikasi tersebut dalam istilah Islam dikenal dengan sebutan hablu minnallah dan habluminannas.
Komunikasi transendental memang tidak pernah dibahas secara luas, cukup dikatakan bahwa komunikasi transendental adalah komunikasi antara manusia dengan Tuhan, dan karenanya masuk dalam bidang agama.
Prof. Dedy Mulyana, pakar ilmu komunikasi, mengatakan bahwa bentuk komunikasi ini paling sedikit dibicarakan dalam disiplin ilmu komunikasi,

KOMUNIKASI ISLAM



KOMUNIKASI ISLAM


1. Memahami Komunikasi Umum dan Komunikasi Islam

      Sebelum memahami lebih jauh, perlu dijelaskan terlebih dahulu arti  dari komunikasi dalam pandangan umum dan komunikasi dalam pandangan Islam (komunikasi Islam). Secara mendasar harus dipahami dahulu terkait dengan arti dari komunikasi. Istilah komunikasi berasal dari kata communicare yang di dalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi, atau berasal dari kata commonness yang berarti sama=common.
Dengan demikian, dengan sederhana sekali, dapat kita artikan bahwa seseorang yang berkomunikasi berarti mengharapkan agar orang lain ikut serta berpartisipasi atau bertindak sama sesuai denga tujuan, harapan atau isi dari pesan yang disampaikan. Pernyataan ini selaras dengan pernyataan  pakar komunikasi prof. Wilbur Schramm, yang memberikan pernyataannya sebagi berikut.
‘when we communication, we are traying to estabilish a communes with someone. That is we are traying to share information, an idea or an attitude,……………..communication always requires at least tree element – the soruch, the messege, and des tination.

      Dari pernyataan Wilbur Schramm diatas, Schramm ingin menekankan bahwa dengan berkomunikasi

KOMUNIKASI NON-VERBAL



Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Dari penjelasan diatas, dapat kita fahami bahwa komunikasi non-verbal merupakan penyampaian pesan tanpa menggunakan kata. Namun berbeda pula dengan komunikasi non-lisan.

Jenis-jenis komunikasi nonverbal

DEVINISI KOMUNIKASI (Comunication)

Komunikasi (Comunication) merupakan proses penyampaian pesan/simbol/kode. Devinisi singfkat komunikasi adalah sebagaimana tersebut. Namun banyak sekali devinisi mengenai komunikasi dari berbagai ahli.
Jika merujuk pada arti devinisi sendiri yang berarti penjelasan/penjabaran suatu istilah, maka devinisi komunikasi sendiri akan banyak kita jumpai. Akan tetapi pada dasarnya komunikasi yaitu proses penyampaian pesan/simbol/kode.

Beberapa  devinisi komunikasi menurut para pakar: 

Onong Uchjana Effendy 

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).

Raymond Ross

Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

Gerald R. Miller

Selasa, 02 April 2013

Urban Culture (Komunikasi Sosial Budaya)


A. Pendahuluan
       Di tahun 2007 silam saya masih ingat betul bagaimana kondisi di daerah wonokromo sampai dengan wonocolo sepanjang jalan Ahmad Yani. Daerah tersebut mestinya berbeda dari apa yang sekarang dapat kita lihat sendiri. Dahulunya sebelum program pembangunan jalan Front Tage Road (FTR) dilaksanakan oleh pemerintah Kota Surabaya masih terlihat bangunan-bangunan rumah penduduk serta tanah-tanah kosong yang memang sudah sengaja dipersiapkan oleh pemiliknya untuk program pembangunan jalan FTR. Bahkan sebagian perusahan ada yang sengaja telah membangun jalan sebelum jalan FTR dibangun. Seperti Maspion Square dan Jatim Expo yang telah membangun jalan raya di area perusahaan yang akan di lewati jalan FTR.
       Selanjutnya, saya tidak akan membahas secara detail bagaimana proses pembangunan jalan FTR oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tetapi, berkaitan dengan komunikasi antar budaya sebagai titik tolak pada tulisan ini, akan dipaparkan tentang bagaimana pembangunan turut serta dalam pengembangan komunikasi antar budaya bagi masyarakat baik yang secara langsung terkena dampak pembangunan maupun masyarakat yang memanfaatkan hasil dari pembangunan itu sendiri.