Selasa, 13 Agustus 2013
Jumat, 07 Juni 2013
KOMUNIKASI MEDIA
24
Maret 2013
INDONESIA
Vs ARAB SAUDI
Dalam
Orientasi Bisnis Media
Pertandingan
Pra Piala Asia 2015 antara Indonesia melawan Arab Saudi pada 23 Maret 2013 tadi
malam sudah pasti menjadi acara televisi paling ditunggu oleh masyarakat dari
semua acara televisi yang lainnya. Masyarakat Indonesia kususnya pecinta sepak bola
tidak bakalan mau ketinggalan menyaksikan pertandingan Timnas kebanggaan tanah
airnya sendiri. Apalagi sebelumnya Ttimnas Indonesia kalah pada laga melawan
Iraq dengan hasil 0:1. Harapan masyarakat yang ingin melihat Timnas
kesayangannya memenangkan laga tentu menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk
menyaksikan pertandingan Timnas lewat media televisi (yang tidak mungkin
menyaksikan pertandingan langsung di stadion) dikandang sendiri.
Permainan
Bisnis Media
Media
nasional yang cerdas takkan begitu saja melewatkan momen cantik ini untuk
memperoleh hak siar pertandingan timnas. Selain laga disiarkan pada jam tayang prime time, acara pertandingan sepak
bola Indonesia melawan Arab Saudi bakal menjadi program acara televisi paling
GREEN AND CLEAN (KOMUNIKASI PEMASARAN)
A. Latar Belakang
Suhu
udara yang panas merupakan permasalahan pokok pada kota-kota besar terutama daerah
yang memang beriklim panas dan tropis seperti di Indonesia. Hal ini tentu
menjadi PR rumit dan tidak mudah untuk diselesaikan dalam jangka waktu yang
singkat. Untuk itu pemerintah dan warganya harus bekerja keras bahu-membahu dan
salingmendukung dalam upaya menciptakan wilayah yang hijau dan bersih. Sehingga
wilayah tersebut menjadi asri dan nyaman untuk ditempati. Bukan tidak mungkin,
apabila suatu daerah atau kota yang asri dan nyaman tersebut akan banyak
mengundang banyak perhatian dari luar daerah atau kota tersebut. Misalnya saja
daerah kabupaten Malang. Daerah yang memang memiliki suhu dingin ini menjadi
objek wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan dari berbagai daerah.
Selain menjadi objek wisata, daerah ini juga sangat tepat untuk lahan
perkebunan terutama sayur-sayuran, buah-buahan juga pepohonan yang membutuhkan
suhu dingin. Kota Malang ini memang seakan-akan mewarisi kesejukan dari alam
yang disajikan untuk para penghuninya dan para wisatawan. Kemudian bagaimana
dengan permasalahan yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia seperti
Jakarta dan Surabaya? Apakah kota-kota ini juga dapat memiliki kesejukan dan
keasrian layaknya kota Malang? Banyak orang pasti akan menjawab tidak mungkin.
Karena dari suhu dan temperaturnya sudah sangat berbeda.
Kota
besar seperti surabaya, seiring dengan perkembangan zaman kemudian berevolusi
menjadi kota industri dengan segala aktivitas produksinya memberikan warna
berbeda dari kota-kota yang lain. Sudah menjadi hukum alam (seakan-akan), jika
suatu daaerah diproyeksikan menjadi sebuah wilayah industri maka sudah pasti
terjadi perluasan wilayah yang menggusur ekosistem lainnya terutama
tumbuh-tumbuhan. Keganasan industri ini segera merenggut kehijauan dan
kesegaran udara dari lingkungan yang dimiliki surabaya dan penduduknya. Tidak
salah lagi memang, apabila tumbuh pesatnya industri apalagi di perkotaan besar
menjadikan daerahnya terasa panas
membakar.
Menghadapi
problematika sosial dan alam akibat perluasan industri, memaksa pemerintah
untuk memutar-mutar otaknya dalam berupaya menanggulangi dan menyelesaikan
permasalahan kota dan ke-panas-annya. Mungkin, apabila kita meluangkan sedikit
waktu untuk melihat secara lebih jauh keadaan kota Surabaya, saya yakin apa
yang kita pikirkan pasti sama; yaitu tentang cara penyelesaian problem kota
Surabaya ini.
Terobosan
yang patut diacungi jempol kanan oleh semua kalangan adalah, diadakannya
program Surabaya Green & Clean (SGC). Program yang dimulai pada tahun 2005
ini diprakarsai oleh
KAJIAN KOMUNIKASI (METODE PENELITIAN KOMUNIKASI)
A. Latar Belakang
Komunikasi merupakan keilmuan
yang memiliki kajian luas dan selalu berkembang bahkan dapat membantu untuk
mengkaji ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu komunikasi seakan menjadi oase bagi
keilmuan sosial lainnya yang dapat membantu dalam mengkaji suatu objek atau
dalam mengkaji pengembangan keilmuan serta
menguji teori-teori ilmu komunikasi dan ilmu sosial sebagai relevansi
terhadap realitas.
Isu-isu kekinian dan
objek-objek yang memiliki pengaruh besar terhadap publik masyarakat biasanya
mendapat perhatian khusus dari para ilmuan dan akademisi serta masyaraakat
umum. Objek yang memiliki pengaruh besar biasanya cepat mendapat respon dari
kalangan ilmuan dan peneliti memiliki peluang besar untuk dikaji dan dianalisis
atau diteliti. Bagi masyarakat, isu kekinian dan objek-objek berpengaruh selalu
ramai untuk digunjingkan dan tak habis-habis untuk diomongkan. Realitas
tersebut tidakluput dari media yang memiliki fungsi sebagai pembentuk opini
publik, sehingga apa yang dikehendaki media seakan-akan menjadi kehendak
publik.
Media selalu mampu dalam
mengolah isu dan berita menjadi komunikasi yang efektif tehadap publik. Media
juga mampu memberikan penilaian secara tidak langsung terhadap suatu objek,
KOMUNIKASI ORGANISASI
Analisis Komunikasi Organisasi pada Struktur Organisasi
dengan Penerapan
Sistem Manajemen Talenta
Pengertian Talenta
Banyak peneliti
memberikan berbagai definisi dari “talenta” dalam berbagai perspektif.
Buckingham dan Clifton (2001) dalam bathnagar (2008) menunjukkan talenta yang
mengacu pada alam berulang pola pikiran, perasaan atau perilaku yang dapat
diterapkan secara produktif. Talenta secara alami ada di dalam orang, sedangkan
keterampilan dan pengetahuan harus diperoleh. Mereka lebih memilih kekuatan
panjang, yang terdiri dari kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan talenta.
Talenta adalah bawaan, sedangkan keterampilan dan pengetahuan dapat diperoleh
melalui pembelajaran dan praktek. Ketika talenta ditambah dengan pengetahuan
dan keterampilan, hasil menjadi kekuatan individu. Rath dan Conchie (2008)
menyatakan talenta akan stabil sepanjang waktu dan merupakan kunci untuk
efektivitas. Buckingham dan Clifton (2001) menekankan bahwa tidak pernah
mungkin untuk memiliki kekuatan tanpa talenta yang diperlukan.
Morton (2004) dalam bathnagar (2008) mendefinisikan talenta sebagai seorang individu yang memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan yang signifikan dengan kinerja saat ini dan masa depan perusahaan. Goffee dan Jones (2007) menyatakan bahwa talenta adalah beberapa ide-ide karyawan, pengetahuan dan keterampilan yang memberikan mereka potensi untuk menghasilkan nilai yang tidak proporsional dari sumberdaya yang mereka miliki. Tansley, Harris, Stewart, dan Turner (2006) menyatakan bahwa talenta dapat dianggap sebagai kombinasi kompleks keterampilan karyawan, pengetahuan kemampuan, kognitif dan potensial. Nilai-nilai karyawan dan preferensi pekerjaan adalah juga sangat penting.
Morton (2004) dalam bathnagar (2008) mendefinisikan talenta sebagai seorang individu yang memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan yang signifikan dengan kinerja saat ini dan masa depan perusahaan. Goffee dan Jones (2007) menyatakan bahwa talenta adalah beberapa ide-ide karyawan, pengetahuan dan keterampilan yang memberikan mereka potensi untuk menghasilkan nilai yang tidak proporsional dari sumberdaya yang mereka miliki. Tansley, Harris, Stewart, dan Turner (2006) menyatakan bahwa talenta dapat dianggap sebagai kombinasi kompleks keterampilan karyawan, pengetahuan kemampuan, kognitif dan potensial. Nilai-nilai karyawan dan preferensi pekerjaan adalah juga sangat penting.
Manajemen Talenta
Menurut Mihelic
dan Plankar (2010) Istilah “talent management” mengandung arti
Rabu, 22 Mei 2013
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL
Oleh : Dra. Hj.
Dewi Widowati, M,Si.
Sebagai makhluk sosial, kita perlu berhubugan,
bergaul dengan sesama manusia lain. Itu merupakan sisi dinamis dari manusia.
Hubungan yang dilakukan atau dijalin setiap saat merupakan kegiatan
berkomunikasi.
Dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah
komunikasi antarpersona, komunikasi intra persona, dan komunikasi isyarat.
Sedangkan komunikasi yang dilakukan antara manusia dengan Tuhannya, dalam ilmu
komunikasl disebut komunikasi transendental. Keempat bentuk komunikasi
tersebut dalam istilah Islam dikenal dengan sebutan hablu minnallah dan
habluminannas.
Komunikasi transendental memang tidak pernah
dibahas secara luas, cukup dikatakan bahwa komunikasi transendental adalah
komunikasi antara manusia dengan Tuhan, dan karenanya masuk dalam bidang agama.
Prof. Dedy Mulyana,
pakar ilmu komunikasi, mengatakan bahwa bentuk komunikasi ini paling sedikit
dibicarakan dalam disiplin ilmu komunikasi,
KOMUNIKASI ISLAM
KOMUNIKASI ISLAM
1. Memahami Komunikasi Umum dan Komunikasi Islam
Sebelum memahami lebih jauh, perlu dijelaskan terlebih
dahulu arti dari komunikasi dalam pandangan umum dan komunikasi dalam
pandangan Islam (komunikasi Islam). Secara mendasar harus dipahami dahulu terkait dengan arti dari komunikasi. Istilah
komunikasi berasal dari kata communicare yang di dalam bahasa latin mempunyai
arti berpartisipasi, atau berasal dari kata commonness yang berarti
sama=common.
Dengan demikian, dengan sederhana sekali, dapat kita artikan bahwa seseorang yang berkomunikasi berarti mengharapkan agar orang lain ikut serta berpartisipasi atau bertindak sama sesuai denga tujuan, harapan atau isi dari pesan yang disampaikan. Pernyataan ini selaras dengan pernyataan pakar komunikasi prof. Wilbur Schramm, yang memberikan pernyataannya sebagi berikut. ‘when we communication, we are traying to estabilish a communes with someone. That is we are traying to share information, an idea or an attitude,……………..communication always requires at least tree element – the soruch, the messege, and des tination.
Dengan demikian, dengan sederhana sekali, dapat kita artikan bahwa seseorang yang berkomunikasi berarti mengharapkan agar orang lain ikut serta berpartisipasi atau bertindak sama sesuai denga tujuan, harapan atau isi dari pesan yang disampaikan. Pernyataan ini selaras dengan pernyataan pakar komunikasi prof. Wilbur Schramm, yang memberikan pernyataannya sebagi berikut. ‘when we communication, we are traying to estabilish a communes with someone. That is we are traying to share information, an idea or an attitude,……………..communication always requires at least tree element – the soruch, the messege, and des tination.
Dari pernyataan Wilbur Schramm diatas, Schramm ingin menekankan bahwa dengan berkomunikasi



